Jumat, 23 Desember 2011

tidur yang lama


Pagi-pagi waktu adzan subuh berkumandang, entah saya lagi sadar apa engga, ada yang ngetok pintu kosan.
SIAPAKAH GERANGAN TAMU SAYA?

Ternyata

WUJUDNYA kalo lembih simple saya gambarkan "ANGEL OF DEATH" pake jubah mukanya gak keliatan, bawa tongkat.
Monggo masuk kata saya dalam hati..

APAKAH INI SAAT KU TUHAN?

Ternyata

Ok, mari saya sebut dia adalah THE REMINDERS CREATURE.

"Saya mau bertanya pada kamu Alice..", katanya dengan suara serak serak horor
Jawab saya, "YES?"

"Apa sudah merasa misi didalam hidup kamu tercapai semua?", tanyanya.

"Belum"

"Kenapa bisa belum?"

"Bingung, mau selesaikan yang mana dulu..", jawab saya lagi..

[ingat ini percakapan dalam hati}

Lalu dia ber "hmmmm" dan meneruskan dengan sebuah pertanyaan kembali

"Kamu menyesal dengan hidup yang kamu lalui?"

"not at all Sir, not at all.."

"Kamu bahagia?", again pertanyaan kembali

"So so, bukannya hidup itu emang harus warna warni? Ya sedih senang susah dan semacamnya harus dirasain?"

"Iya memang, saya hanya ingin memastikan bahwa kamu enjoy dengan hidup kamu", katanya kembali.

"Saya mencintai apa yang sudah terjadi", pernyataan saya padanya.

"Bagus, tapi apakah kamu masih ada sesuatu yang mau kamu capai sebelum 2 hari lagi saya kembali kesini?", pertanyaan terakhirnya yang cukup membuat saya.. BERFIKIR.


Sebelumnya saya tak pernah berfikir terlalu larut.. WASTE OF TIME kata saya sih..


Tanpa saya jawab dia memudar.. Hanya meninggalkan pesan 2 HARI LAGI

2 HARI LAGI berarti dia akan menjemput saya. Bagaimana kalau saya percepat pekerjaannya?

Lalu saya berjalan ke lemari baju, memakai dress sexy yang anggun, memoles wajah secantik mungkin, menulis pesan indah untuk sahabat, keluarga dan semua orang yang saya kenal.

I JUST WRITE : I'm SORRY for all the things I've done, I LOVE YOU GUYS for what U are..

Kubuka plastik berisikan corrine *kalo kata lagu slank COCAINE

23rd Dec 2011, I can't explain where I've been. You know I almost lost my mind.. I couldn't explain.. The things I've seen. But now I think I see the light.. *back sound the chemical brothers

inna antariksa.

Rabu, 21 Desember 2011

HATI


Letak hati dimana sih?
Kanan atau Kiri dada sebenernya?
Kalo sakit hati seseknya di dada, bisa ga sih di belek aja liat bagian mana yang bisa di obati?

Apa hati pake perasaan?
Lalu peraasaan letaknya dimana?
Kalo pake perasaan seseknya di dada, bisa ga sih di scan aja biar jelas?

"HATI ITU TIDAK TAMPAK"

"HATI ITU SEMU"

"HATI ITU MULIA"


Jadi hati hati ya sama HATI


*22nd Dec 2011, HATI HATI SAMA HATI *izzunna otw antariksa

Selasa, 13 Desember 2011

Hanya Cerita Biasa


Seperti biasanya, ini di mulai dari membakar rokok. Yak, cerita di mulai ketika korek membakar rokok. Merokok memang tidak di anjurkan. Tapi gimana yah, kalo gak merokok rasanya hampa, hilang, tersesat (hanya para addict yang mengerti).

Rokok pertama di bakar sambil mengecek email masuk. Kerjaan pertama di baca sambil menarik nikotin yang nikmatnya tiada tara. Saya mending makan gorengan dibanding gak merokok.

Rokok kedua di bakar sambil nyeruput kopi di kala mata masih di depan laptop dan kalkulator. Di imbangi dengan berbincang sesama pekerja di ruang yang sama.

Rokok ketiga di bakar setelah makan siang. Setelah mendapatkan pinjaman korek api terbakarlah satu rokok kembali. Nikmat. Lega. Nyari korek itu bikin kesel soalnya.

Rokok keempat dibakar sebelum rokok kelima, keenam lalu keseratus sampai akhirnya malam menyuruh paru-paru menaruh rokok di meja sebelah tempat tidur.

Rokok.

Good Night Cigarettes see U in the morning. 131211.inna alamsyah.

Kamis, 01 Desember 2011

BAYANGKAN SAJA DULU


Bayangkan..

Jika BIBIR mu kaku ketika ingin berucap
Jika HATI mu menyilet otakmu pelan
Jika TANGAN mu ingin bergandengan
Jika MATA mu melihat yang tak seharusnya terlihat
Jika JIWA mu ingin pergi namun badan mu tak sanggup membayar
Jika BENCI mu pada diri sendiri semakin hebat
Jika CINTA mu pergi
Jika KAKI mu tak bisa berlari
Jika SESAL mu enggan pergi
Jika OBAT mu tidak terlalu sakti
Jika KAMU ingin bunuh diri


inna.1Dec.11 ps seperti apa rasanya mencintai pacar mama?

Rabu, 16 November 2011

TERTAWA.


Hahahahah ahahhahahahhaha hahhaha

Anak laki-laki itu hanya tertawa saja lalu melompat lalu tersenyum lalu tertawa lagi. Memeluk aku yang bukan Ibunya. Tapi aku tahu dia menyayangiku. Akupun menyayanginya sangat terlalu. Melompat lagi sampai aku harus tarik masuk kamar mandi. Sudah saatnya mandi hey.

Hahahhahahaha hahahahahahahahahaah hahahahahahha

Ditunjuknya kostum andalan dia, SUPERMEN. “Ah, tante bosennn kamu pake baju ini terus”, kata ku pada nya. “Gak punya lagi baju tidur”, jawabnya sambil loncat loncat di tempat tidur. Aku cium pipinya yang berlesung pipit. Membiarkannya memakai kostum yang itu-itu lagi. Tak lama setelah meloncat kesana kemari, dia mengambil buku bahasa inggrisnya. “Aku mau buat PR”, katanya. Aku hanya menemaninya sambil menonton TV. “Pokoknya, nilai bahasa inggris nya A, tante beliin apa aja yang kamu mau”, kataku padanya sambil kembali menegaskan “Kalo nilainya A yahhhh”.

Hahahhahahah ahhaha ahahhahahaha hahah ahahah haha haha
haahaha
Rambutnya wangi shampoo anak kecil. Bau Anggur. Hihi. Wajahnya ganteng. Anak kelas 1 SD tapi di sekolah yang naksir banyak.
Hahahaahhahah Hahahhahahaha


Lompat. Loncat.


Ke esokan harinya Ibunya pulang. Tidak ada tawa. Tidak ada loncat. Hanya menggelendot dipinggangku. Aku mengerti.
Anak laki-laki itu, keponakan aku. Tidak merindu, tidak mencinta, tidak berarti apapun dimata atau bahkan di hatinya. Ibu yang tidak merawatnya.

Tapi tidak apa, dia tetap bisa lompat sana lompat sini, lalu loncat pada aku dan tertawa. Tertawa seakan dunia itu indah, meski di hatinya aku tahu dia menyangkal bahwa hidupnya tak seperti kebanyakan anak kecil berumur 6 tahun.




HUJAN. sini kita tertawa, hahahhah hahahhaa

iinnnaaa 16november'11

Namanya, Setan


Jam menunjukan pukul 15:00. Rintikan hujan mulai berhenti. Seorang lelaki berdiri memegang secangkir susu putih dan rokok. Pandangannya keluar jendela. Melihat trotoar yang basah dan lalu lalang jalan raya yang bising. Pandangan kosong dan nafas yang berat. Tak lama ia menunduk lalu menjauhi jendela. Berjalan kearah kamar mandi, membasuh wajahnya dan memperhatikan bayangannya di kaca.Lama. Seketika bel berbunyi. Ia lalu menuju pintu dan membukanya. Seorang ibu yang tersenyum padanya. Ibunya.


Uap teh mengepul di meja ruang tamu. Mereka berdua terdiam. Hanya diam dan pandangan. Jam menunjuk pada pukul 15:55. Tidak ada rintik hujan lagi. Hanya awan yang gelap. Dan mata yang saling berpandangan. Ia lalu mendekat pada ibunya. Ibunya masih cantik. Cantik sekali. Mulailah iya memegang tangan ibunya. Rasa dingin yang mengalir ke kulit ibunya. Ibunya tahu.


Menangis. Ia menangis tiba-tiba.
“Tidak apa-apa, kamu kan yang lelaki” kata Ibunya.
Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Masih menangis.
“Dulu aku kan juga di pukuli bapakmu” lanjut ibunya lagi.

“Tapi Ibu tidak mati kan?”
jawabnya.
Ruang tamu itu menjadi sangat dingin. Sayup-sayup hanya suara tangisan bayi dari kamar mulai terdengar. Seorang anak yang menjadi piatu karena ayahnya sendiri. Nama ayahnya Setan.

inna =) 16 NOVEMBER, Selatan Jakarta. Cuaca dingin sekali. Sedingin hati SETAN.



photo by: JASON LANGER. copyright.

Selasa, 15 November 2011

HANYA SATU HARI INI (just for one day)


Iya. Saya sedang mikirin kamu.
Ternyata saya kangen.
Inget sama muka kamu.
Bau kamu
Mata kamu.
Pipi.Hidung kamu yang suka menyentuh hidung saya ketika kita berciuman.
Kangen kamu. Tapi saya tahu, saya sudah bersalah. Lalu kamu sakit hati. Pergi.
Iya, saya salah memang.
Sampai hari ini pun masih sakit dan acak-acakan rasanya.
Hanya merasa bersalah dan menyesali, bahkan memurkai diri sendiri.
Sungguh.
Saya kangen sama kamu.
Mau gimana lagi? Salah dan kamu marah.
Tapi saya mengakui kalo ini semua memang salah saya.
Saya mencinta yang saya tidak boleh miliki.
Karena saya memang sudah menjadi milik dia.
Tapi saya kangen bibir kamu. Sungguh.
Saya membenci saya.
Bayangan kamu itu menghantui. Menyakiti. Sakit sekali.
Saya ingat mata kamu. Mata yang saya ingin pandangi lagi.
Menggandeng tangan kamu.
Mencintai kamu.
Capek saya. Capek inget kamu terus. Memarahi diri saya terus menerus.
Terus menerus.
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Capek. Gak bener.
Hanya satu hari ini saja tolong.



izzunna.15november2011.is not sane.